Akhir tahun 2017, seorang anak sepupu mendatangi saya. Saya senang sekali mendengar kabar ia sudah mulai menulis skripsi di awal kami berbincang. Bukan main rasa senang itu karena saya tahu persis bagaimana perjuangannya untuk bisa kuliah. Kesadarannya untuk belajar benar-benar tidak surut di atas ekonomi keluarga yang kering kerontang.
Kamis, 27 Februari 2020
Senin, 10 Februari 2020
RAYYA Bag. 11
Busi Kebidanan
Setelah dokter Didi dan tim operasi berdiskusi, didapat satu kesimpulan, bahwa mereka harus membuat lubang buatan dari bawah vaginaku. Inilah satu-satunya cara agar darah haidku bisa keluar. Tetapi cara ini berisiko besar sekali. Jika dalam proses pembuatan lubang itu mengenai kandung kemih, fatal akibatnya.
Jumat, 31 Januari 2020
RAYYA Bag.10
Pertaruhan
Dalam beberapa kasus, tiga puluh persen pasien agenesis vagine mengalami kelainan ginjal, sekitar dua belas persen memiliki kelainan tulang, dua pertiga dari kelompok ini mengalami masalah yang mempengaruhi tulang belakang, tulang rusuk atau anggota badan yang lain.
Setelah serangkaian pemeriksaan yang aku jalani, aku dinyatakan sehat. Alhamdulillaah. Tidak ada gangguan pada otakku, gangguan yang dikhawatirkan Umi dan Ayah. Hanya saja kekhawatiran Umi dan Ayah belum hilang, sebab mereka harus berhadapan pada pilihan yang tidak kalah berat dan menyakitkan. Pada akhirnya dokter Didi memutuskan bahwa rahimku memang benar-benar harus diangkat. Entah, Ayah dan Umi yang lebih tahu alasan dokter Didi memutuskan tindakan itu. Barangkali, itulah jalan yang terbaik buatku.
Rabu, 29 Januari 2020
CHEMISTRY
MARIYAM kesal, ia masih belum bisa menerima keputusan Ridwan. Semalam, dipunggunginya saja suaminya itu sepanjang ia mendengkur sampai menjelang subuh. Tandanya, Mariam benar-benar kesal. Rupanya, perbincangan mereka kemarin sore sehabis asar tidak saja menyulut pertengkaran kecil, tetapi berlanjut sampai pagi Ridwan hendak berangkat mengajar. Tak ada roti atau nasi goreng dengan teh pahit di meja sarapan seperti biasanya. Mariyam memilih berkemul di balik selimut setelah ia shalat Subuh dan baru beranjak setengah jam setelah suaminya berangkat.
Senin, 27 Januari 2020
RAYYA Bag. 9
Operasi
Dokter, angkat saja rahimku. Yang penting aku tidak nyeri lagi dan bisa haid.
Di rumah sakit swasta di Depok itu, aku langsung ditangani dokter spesialis. Dokter Didi namanya. Harapan Umi dan Ayahku melambung karena dokter yang bersangkutan sedang menangani pasien lain yang keluhannya sama persis denganku. Dokter Didi bilang aku tidak sendiri. Menurutnya, kasus penderita sepertiku banyak dialami perempuan.
Jumat, 24 Januari 2020
RAYYA Bag. 8
Tumor
Kulihat Umi langsung terisak. Ayahku mengucap istighfar berkali-kali. Aku sendiri belum mengerti mengapa Umi tiba-tiba menangis mendengar ucapan dokter Wawan. Mengapa pula Ayah beristighfar. Apa itu rahim aku juga tidak mengerti.
Pada hari-hari biasa saat tidak merasakan nyeri, aku adalah Rayya yang periang juga supel. Aku banyak punya teman di sekolah. Di kelasku, aku berteman dengan semuanya, tetapi lebih akrab dengan Haura, Pipit, dan Kokom. Kami tinggal sekampung. Hampir setiap waktu berkumpul aku bersama mereka. Sekolah, bermain, belajar, ngaji, kadang pula saling menginap di rumah kami bergantian.
Selasa, 21 Januari 2020
'MEMANUSIAKAN' MANUSIA
Falsafah Hidup
You are no more or less a child of God like everyone else
Setiap peradaban memiliki karakter dengan akar tradisi atau falsafah hidup yang unik. Manusia yang hidup di dalamnya, memegang teguh dan menjunjung tinggi falsafah itu. Dari sinilah sebuah ‘warna’ suatu bangsa dikenali peradabannya dari waktu ke waktu.



