A homepage subtitle here And an awesome description here!

Sabtu, 05 September 2026

Berbagi Logistik

Sisa-sia makanan di kamar kami menjelang keberangkatan ke Madinah, pada 30 Zulhijjah 1447 H/16 Juni 2026 M. Foto dokumen pribadi Abdul Mutaqin

Terhindarlah kami semua dari buruk sangka, curiga mencurigai, apalagi menyimpan rasa bahwa ada “pencuri” di dalam kamar kami selama berhaji.
Ada pengalaman berharga yang lupa saya bagikan kepada peserta Sarasehan Pengalaman Berhaji tadi pagi di Kantor KBIHU Muhammadiyah Kota Depok. Sebenarnya hanya pengalaman biasa. Akan tetapi, pengalaman ini sangat bermakna—setidaknya bagi saya.

Pengalaman yang terlupakan itu akan saya sharing di sini. Soal ia sama bermaknanya atau tidak, biar berpulang kepada peserta Sarasehan dan sempat membaca tulisan ini.

Dalam sudut pandang saya, salah satu kenyamanan saat berhaji adalah ketika teman satu regu dan satu kamar berhasil membangun relasi kesepahaman dalam hal “berbagi logistik”. Kesepahaman inilah yang saya dapatkan saat menunaikan haji pada Musim Haji 1447 H/2026 H kemarin.

Saya dan empat orang jemaah tergabung dalam Regu 28, Rombongan 7, dan Kloter 21. Kami menginap di MKarem Dhyafat Al-Bayt Hotel 1. Lokasinya di Misfalah, Sektor 9, di Kawasan Ibrahim Al Khalil, Ajyad, Makkah, Arab Saudi.

Kami menginap di kamar No. 1218 di lantai 12 hotel ini. Di kamar inilah saksi bisu “berbagi logistik” di antara kami berlangsung—saya sebut sebagai: the event was smooth.

Salah seorang di antara kami—saya lupa kalimat persisnya—berkata:
Bapak-bapak, semua bekal milik saya yang saya taruh di sini di kamar ini, halal bagi bapak semua. Silahkan nikmati tanpa harus minta izin saya lagi.”
Masya Allah!

Lalu, secara spontan, kami kemudian melakukan hal yang sama. Kami membongkar logistik yang kami bawa dari koper masing-masing, lalu kami susun rapi pada dua baki di sudut lemari pakaian. Ada juga yang disusun pada gantungan baju. Jadilah lemari kami lebih mirip gerobak warung kecil daripada tempat menyimpan pakaian.

Lalu, di mana istimewanya?

Kami datang dari latar berbeda-beda dalam segala keadaan. Persamaan kami hanya; sama-sama orang Indonesia dan sama-sama niat untuk berhaji. Bahkan, karena satu dan lain hal, kami satu regu pun baru bertemu dan saling berkenalan saat kali pertama berkumpul di Embarkasi, Bekasi, sehari sebelum keberangkatan ke Makkah.

Akan tetapi, dengan kesadaran spontan ingin mengikat kebersamaan selama berhaji, dalam hal makanan kami saling menghalalkan. Seakan-akan kami ini sudah saling mengenal satu sama lain dengan sangat baik sehingga tidak harus menjaga jarak dalam hal makanan dan minuman bawaan kami. Sikap ini yang menurut akal dan nurani saya menjadi kunci untuk kenyamanan dari rasa lapar dan haus sejak hari pertama kami di Makkah sampai hari terakhir di Madinah.

Efeknya luar biasa. Kami masing-masing merasa tenang untuk menikmati apa saja dari bekal makanan atau bahan minuman meskipun itu bukan bawaan kami. Kami terhindar dari “main kucing-kucingan” karena ingin menikmati makanan atau minuman itu menunggu pemiliknya saat tidak bersama kami di kamar. Perasaan tenang ini karena makanan dan bahan minuman itu sudah diberi label: Ḥalālan ṭayyiban mubārakan fīh untuk kapan saja dinikmati, baik sedang bersama-sama atau sendirian di kamar.

Masing-masing kami pun tidak menyelisik bila mendapati makanan atau minuman bawaan kami itu berkurang dari hari ke hari. Terhindarlah kami semua dari buruk sangka, curiga mencurigai, apalagi menyimpan rasa bahwa ada “pencuri” di dalam kamar kami selama berhaji sejak di Makkah maupun di Madinah.

Foto kenangan saat menikmati kebersamaan di sela-sela aktivitas ibadah di Makkah. Foto dokumen pribadi Abdul Mutaqin, diambil pada 2 Zulhijjah 1447 H/ 19 Mei 2026 M di kamar 1218 MKarem Dhyafat Al-Bayt Hotel 1.

Sungguh, ini pengalaman berhaji yang sangat membahagiakan. Untuk bapak-bapak haji teman saya satu kamar di Musim Haji 1447H/2026 M, semoga sehat-sehat dan melimpah berkah selalu. Untuk calon Ḍuyūfur-Raḥmān Musim Haji 1448 H/2027 M esok, semoga menambah literasi bagaimana berhaji dengan gembira. Aamiin.

Have a nice sleep.

Depok, 23 Rabi’ul Awwal 1448 H