A homepage subtitle here And an awesome description here!

Rabu, 07 Januari 2026

Pocong dan Pohon Kecapi

Ilustari pocong dimodifikasi dari: https://blogger.googleusercontent.com/

Sebenarnya pocong itu mitologi atau entitas yang nyata sudah sangat familiar. Orang kota atau orang kampung tidak asing dengan pocong. Orang yang seumur hidup belum pernah berpapasan dengan pocong pun, pasti tahu bila sosok pocong disebut-sebut.

Namun, pocong itu identik dengan pohon kecapi, saya baru tahu pagi ini dari Ustaz Zaki Al-Hafizh yang bahkan ia ini orang kota, orang sekitar Patra, Kuningan. Jadi, pohon kecapi bagi Ustaz Zaki yang orang Kuningan itu identik dengan pohon tempat tinggal pocong. Begitulah anggapan soal pohon kecapi dan pocong bagi orang kota Ustaz keren ini. Hihihihihihi.

Lha, di kampung saya, pocong, ya pocong, pohon kecapi, ya pohon kecapi. Begitu juga di kampung Pak Jay, kampung Duren Seribu. Tidak pernah ada anggapan bahwa pohon kecapi itu tempat para pocong membangun rumah dan menetap, berkawin, beranak pinak, dan bermantu berbesan. Ustaz kita ini memang kadang-kadang. Wwkwkwkwkwk.

Tapi, ya begitulah, soal pocong dan kecapi itu soal kearifan lokal.

Sekarang, konon pocong semakin termarjinalkan seiring kampung-kampung rimbun kian gersang dan kota-kota yang teduh semakin bising. Demikian pula pohon kecapi dan buahnya, buah lokal ini sudah sukar didapatkan di kampung yang dahulu ia tumbuh melimpah ruah, apalagi di kota seperti Kuningan. Di kampung saya, buah legen yang memecahnya dengan cara digencet di antara engsel pintu ini sudah pula menjadi buah langka.

Pagi ini saya makan buah kecapi lagi. Lama sekali tidak mencicipi rasa dagingnya yang segar campuran manis dan sedikit asam. Bila saja otak tidak memiliki kemampuan merekam citarasa saat kali pertama lidah mengecapnya, pastilah saya sudah lupa bagaimana rasanya kecapi itu. Begitulah Allah Yang Maha Kuasa menciptakan lidah dengan kemampuan menerjemahkan semua cita rasa makanan dan minuman yang ada di muka bumi.

Andaikata lidah tidak memiliki kemampuan menerjemahkan setiap cita rasa dan membedakannya untuk setiap subjek— atau lidah sedang baal— manis, pahit, asam, asin, gurih, pedas, atau tawar tidak bermakna apa-apa selain sebutan saja. Maka, hilanglah kenikmatan dunia di atas meja makan, kedai kopi, teh, atau juice, jajanan pasar, dan aneka hidangan kue-kue kering di saat lebaran. Para pemabuk tidak juga merasakan sensasi perbedaan saat mereka menenggak Wine, Tequila, Vodka, Chivas Regal, Champagne, Topi Miring, Bir Bintang, Anggur Cap Orang Tua, atau miras oplosan.

Uniknya lidah, misalkan satu buah berasa manis atau asam, ia bisa membedakan manis dan asamnya kecapi dengan manis dan asamnya mangga, jamblang, jeruk, atau gandaria. Demikian juga pahitnya kopi berbeda dengan pahitnya jamu, brotowali, atau pare. Pedasnya jahe berbeda dengan pedasnya lombok, lada, atau wasabi. Demikian pula rasa umami atau gurih pada daging berbeda dengan rasa gurih pada ikan, keju, atau telur.

Halagh! Soal pohon kecapi dan pocong, kok jadi kemana-mana. Ini gara-gara Ustaz Zaki dan Pak Jay.

Rupanya, Pak Jay masih mewarisi kecapi dan membawanya pagi ini. Yang pasti, warisan kecapi Pak Jay ini tidak beserta warisan pocongnya juga seperti cerita ustaz Zaki. Qiqiqi.

Hidup kecapi!

Ciputat, 7 Januari 2026
Melengkapi rasa syukur 20 tahun mengabdi di MP dengan makan kecapi dan cerita pocong di perpustakaan.



Senin, 05 Januari 2026

Lindsay Amer dan Agenda LGBTQ+


Tangkapan layar dari web Kid Stuff


Boleh jadi, anak-anak kita belum kenal siapa Lindsay Amer. Namun, bukan tidak mungkin mereka pernah menikmati animasi Rubble & Crew (spin-off Paw Patrol), Blue’s, Clues & You! Nursery Rhymes, dan Strawberry Shortcake. Bilamana mereka belum pernah bersentuhan dengan animasi-animasi itu, bersyukurlah. Andaikata sudah, itu artinya anak-anak kita sedang dalam tidak baik-baik saja. Anak-anak kita, otak dan jiwa mereka sedang dalam kendali melalui pesan-pesan animasi di atas.

Lindsay Amer adalah sosok di balik Rubble & Crew (spin-off Paw Patrol), Blue’s, Clues & You! Nursery Rhymes, dan Strawberry Shortcake. Animator beragama Yahudi dari New York yang mengaku sebagai non-biner—identitas gender seseorang yang tidak secara eksklusif mengidentifikasi diri sebagai laki-laki atau perempuan, melainkan bisa berada di antara keduanya, gabungan keduanya, berubah-ubah (genderfluid), atau bahkan tidak memiliki gender sama sekali (agender)—ini seorang aktivis LGBTQ (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer/Questioning) dan seorang Youtuber.

Amer juga membangun Queer Kid Stuff, sebuah website berbasis video yang ditayangkan pada kanal Youtube Kid. Konten Queer Kid Stuff fokus pada isu-isu LGBTQ yang ditujukan untuk konsumsi anak-anak berusia 3-4 tahun. Bahwa pesan-pesan Queer Kid Stuff tentang LGBTQ atas nama “keberagaman dan inklusi” disebut Amer sebagai “pesan yang perlu dilihat oleh setiap anak.”

Bayangkan, bagaimana anak-anak kita sedang tidak baik-baik saja. Video animasi itu media hiburan yang umumnya sangat disukai anak-anak. Di tangan Amer, animasi dijadikan sebagai media propaganda mendukung LGBTQ. Jadi, alam pikiran anak-anak yang masih bersih sedang dikotori oleh indoktrinasi Amer untuk menerima perilaku penyimpangan seksual. Amer sedang mencuci otak anak-anak bahwa gaya hidup homoseksual sah atas nama “keberagaman dan inklusi”.

Amer "niat banget" ingin mengubah paradigma masyarakat tentang LGBTQ sejak dini. Maka jangan kaget, konten Queer Kid Stuff ditayangkan di kanal Youtube Kids. Boleh jadi Amer sangat paham bahwa mengubah persepsi dan pardigma orang dewasa tentang LGBTQ sangat sulit dan akan mendapat banyak penolakan serta kontroversi. Maka dia menyasar anak-anak, makhluk polos yang belum mengerti apa-apa tentang penyimpangan seksual dengan segala risikonya.

Bagi kita yang musim, fitrah—potensi bawaan setiap bayi yang dilahirkan sudah membawa iman dan Islam—anak-anak 3-4 tahun sedang dilemahkan melalui Rubble & Crew (spin-off Paw Patrol), Blue’s, Clues & You! Nursery Rhymes dan Strawberry Shortcake. Fitrah yang dalam konsep pendidikan Islam harus dijaga betul agar tidak menyimpang itu berusaha diganti dengan “chip” yang ditanamkan di otak anak-anak. “Chip” itu berisi semua data narasi tentang LGBT. Anak-anak kita yang masih polos diberi asupan berupa indoktrinasi bahwa penyimpangan seksual sebagai hal yang normal, sah, dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai apa pun termasuk nilai-nilai agama.

Salah satu cuplikan video dari channel Queer Kid Stuff, Amer dan bonekanya, Teddy mengenalkan diri:

"Hi friends, I'm Mx. Lindz, and I’m Teddy. We’re the original creators of Queer Kid Stuff an LGBTQ+ web stories for kids and families."

Bayangkan!

Tentu, saya penasaran mengulik tiga karya animasi Amer yang sudah disebutkan di atas. Temuan saya memaksa hati ini bergumam, “Amer! Kamu jahat sekali!”

Pada cuplikan video Rubble & Crew (spin-off Paw Patrol), Amer menyajikan narasi memperkenalkan bendera kebanggaan komunitas Transgender. Bendera itu tampak pada kaos kaki karakter animasi yang sedang bermain skateboard.

Setelah adegan karakter bermain skateboard, seorang gadis kecil dengan antusias memperkenalkan bendera kebanggaan komunitas Transgender—lima garis horizontal: biru muda, merah muda, putih di tengah, merah muda lagi, dan biru muda lagi.

Bendera ini dirancang oleh Monica Helms pada tahun 1999. Saya baru tahu, warna biru dan merah muda mewakili gender tradisional (laki-laki dan perempuan), putih melambangkan orang yang berada di antara atau Transisi gender, dan biru serta merah muda juga melambangkan bahwa orang Transgender dapat menjadi bagian dari komunitas LGBT+ (LGBTQ+) secara keseluruhan.

Pada cuplikan Blue’s, Clues & You! Nursery Rhymes, karakter animasi menyanyikan lagu memperkenalkan Transgender dalam pola hubungan harmonis antar sesama. Bila diterjemahkan, kira-kira demikian artinya:

“They love each other so proudly. And they all go marching in. Come join the fun!”

Sedangkan pada animasi Strawberry Shortcake, salah satu karakter menyampaikan identitasnya:

“Sebagai seorang transberry, aku suka hidup dengan lantang sebagai diriku yang paling otentik. Dan aku ingin berpakaian berani dan seunik diriku.”

Pada cuplikan yang lain dari channel Queer Kid Stuff, Amer dan bonekanya, Teddy, Amer tampil bercerita tentang aborsi. Kata Amer:

“We are reading a book called what’s an abortion anyway. Abortion is very safe and millions of people have abortions every year all around the world.”

Amer lalu menampilkan potongan video sebuah demonstrasi “Pro-Abortion Potestor”. Seorang gadis setengah berteriak berkata: “We love killing babies!” dalam aksi demonstrasi tersebut. “Aku suka membunuh bayi. Aku menyukainya. Aku melakukan 45 aborsi dan aku akan terus melakukannya,” katanya.

Sungguh, ini narasi yang paing membagongkan. 

Gila!

Bila tulisan ini menggelitik dan Anda ingin tahu lebih jelas, browsing saja video-video pada keyword yang saya sebut di atas. Semoga Anda juga resah seperti keresahan yang saya rasakan.

Sekarang, apa daya kita para orang tua dan pendidik?

Ciputat, 5 Januari 2026.

Awal masuk sekolah. “Tersesat” ke lorong channel Lindsay Amer.